Jumat, 29 Juli 2011

Khaitura



Kenyataan nya kita adalah sama
berada di arena mimpi maknawi...
Kita ada di balik cerminan nya, berkisah tentang senyuman dan pengharapan.
Mencurah kasih, meniti jalan sang penguasa langit dan bumi.

Duhai Penguasa siang malam..
Beri hamba sejenak masa... ntuk merangkai kembali yang terserak.
Menembus batas.. menjalin temali yang terputuskan.

Pada ujung sudut hati mu yang gemetar...
Kemertak menahan isak.
...kerinduan yang menghujam nurani.

Sudah purba Nyanyian kecil ini...
meng gema menembus ruang waktu.
... Ntuk menggapai labuhan kami

Wahai Penguasa jagad raya...
Beri izin kami.................
...........anugrahkan rila dan redha MU

Ya Ilahi..
Persaksikan kami,
Serengkuh kasih kami, sujud mengharap.
..........menanti akan anggukan MU

--Batusangkar 27 july 2011 --

Yang ku mampu hanya diam
Ketika relung hati bertautan,
Mengiringi sentuhan jemari, yang menari pada dentingan romansha itu.

Silam tlah di untai..
Ku kemas dan lalu kuburkan.. Karna berselang tabir tlah ter dirikan

Aku pun hanya bisa diam

Merasakan tarikan semilir pengharapan... dari gaungan mu

Mari mohon kan pada Sang Pemilik..
Di kemurahan NYA.
.. ada anggukan dan anugrah celah

Apalagi yang ku mampu ?

...ke ajaiban ...


akhir april 2011